Tantangan yang Dihadapi

Beberapa tantangan yang akan dihadapi Program Studi Sarjana Teknik Kelautan dalam satu dekade mendatang adalah:

  1. Indonesia merupakan negara bahari yang memiliki banyak potensi kelautan untuk dikembangkan sehingga memerlukan sumberdaya manusia dalam bidang Teknik Kelautan yang menguasai teknologi yang berbasis pada infrastruktur dan lingkungan fisik laut.
  2. Posisi Indonesia yang merupakan pertemuan dari tiga lempeng tektonik yang menyebabkan wilayah Indonesia menjadi rawan terkena bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Hal ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus mengembangkan ilmu dan teknologi untuk memprediksi dan mencegah dampak buruk bencana bagi masyarakat yang salah satunya dilakukan melalui pengembangan ilmu dan teknologi bidang Teknik Kelautan.
  3. Adanya bahaya pencemaran laut akibat eksploitasi kekayaan laut yang berlebihan, sehingga diperlukan pengembangan bidang kelautan untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemanfaatan sumberdaya laut secara optimal dan berkelanjutan.
  4. Kegiatan eksplorasi migas di Indonesia yang bergerak ke arah laut-dalam yang harus diimbangi oleh kemajuan di bidang teknologi bangunan lepas pantai.
  5. Kebutuhan energi yang terus meningkat dan melebihi produksi migas sehingga diperlukan sumber energi baru yang dapat dikembangkan dari pemanfaatan energi arus laut, angin, dan gelombang sebagai sumber energi alternatif.
  6. Kecenderungan dunia yang semakin menyatu karena berlakunya pasar bebas akan membutuhkan dukungan transportasi laut yang harus ditunjang oleh infrastruktur kelautan.
  7. Munculnya masalah global warming yang menimbulkan banyak permasalahan lingkungan termasuk lingkungan laut sehingga memerlukan dukungan perkembangan ilmu dan teknologi bidang Teknik Kelautan untuk mengurangi, memprediksi, dan mencegah dampak buruk yang timbul akibat global warming tersebut pada lingkungan laut.